Kas Kecil =Petty Cash Imprest Fund

Kas Kecil imprest fund merupakan kas yang selalu tetap dipertahankan jumlahnya untuk membiayai kegiatan perusahaan sehari-hari. Jumlah kas yang diperlihara tidak terlalu banyak yaitu kira-kira cukup untuk menyelenggarakan kegiatan selama satu minggu. Dalam hal ini harus dicari jumlah yang pas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.

Saat menggunakan kas kecil tidak langsung dijurnal hanya bukti-bukti atau bon-bon pembayaran disimpan, dan akan digunakan untuk jurnal pada saat pengisian ulang kas kecil. Penjelasan lebih lanjut mengenai kas kecil ini dapat juga anda baca dalam artikel dari Sdr. Lie Dharma Putra.

Prosedur Pelaksanaan Kas Kecil :

CV. Menara Gading membuka kas kecil pada 1 Mei 2008 sebesar Rp. 3.000.000,- dan pada tanggal 15 Mei 2008 sisa kas kecil hanya tinggal Rp. 477.000,- sedangkan banyaknya belanja kas kecil sebagai berikut :

2 Mei membeli perlengkapan kantor Rp. 478.000,-

3 Mei membeli materai Rp. 120.000,- ( dimasukkan ke perlengkapan kantor )

5 Mei membayar uang transport kurir, uang makan Rp. 60.000,- dimasukkan ke adminitrasi rupa-rupa.

8 Mei membeli perlengkapan kantor Rp. 365.000,-

13 Mei membayar uang jasa catering Rp. 1.500.000,- ke Adm. Rupa-Rupa

Saat Pengisian Kas Kecil : (01/05)

D: Kas Kecil Rp.3.000.000

K : Kas Rp. 3.000.000,- è rekening kas perusahaan di Bank, diambil dengan buat cek.

Saat Pengisian Pengisian Kembali Kas Kecil : (15/05)

D : Perlengkapan Kantor Rp. 963.000,-

D : Administrasi Rupa-Rupa Rp. 1.560.000,-

K : Kas Rp. 2.523.000,-

Jika ternyata kas kecil terlalu sedikit atau cepat habis sehingga diperlukan tambahan kas kecil katakanlah dibutuhkan tambahan Rp. 1.000.000 maka jurnal untuk menambah jumlah kas kecil tersebut adalah

D: Kas Kecil Rp. 1.000.000

K : Kas Rp. 1.000.000

Namun apabila kas kecil terlalu banyak dan katakanlah kelebihannya Rp. 500.000 maka jurnalnya adalah :

D : Kas Rp. 500.000

K : Kas Kecil Rp. 500.000

Format Laporan Ekuitas

Nama Perusahaan………………..…….PT Bima Sakti
Jenis Laporan…………………..…….Laporan Ekuitas
Untuk Laporan………..Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 20X

Modal Awal, 1/1 Rp.xxx
Penambahan :

Laba bersih Rp. Xxx, diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan dalam tahun berjalan
Setoran Rp. Xxx, tambahan modal dari pemilik perusahaan

Jumlah Modal awal dan Penambahan Rp. Xxx

Pengurangan ;

Rugi ……. Rp. xxx, diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan dalam tahun berjalan

Prive ……. Rp. xxx, diambil untuk kepentingan pribadi

Jumlah pengurangan Rp.xxx

Modal Akhir,31/12 Rp.xxx

Catatan :
Laba bersih atau Rugi bersih kejadiannya hanya satu kali saja.

Ilustrasi 1 :

Cuplikan informasi diambil dari CV Berjaya selama tahun 20A:
Saldo awal akun Modal, Gunawan Rp. 17.375.000,-
Tambahan Laba tahun berjalan Rp. 4.425.000,-
Penarikan Gunawan Rp. 1.200.000,-

Instruksi:
Susunlah Laporan Ekuitas pemilik untuk tahun tersebut.

Solusi:

CV Berjaya
Laporan Ekuitas Pemilik
Untuk Tahun yang berakhir tanggal 31/12/20A

Modal, Gunawan, Saldo Awal ……………………….. Rp. 17.375.000,-
Laba tahun berjalan………………………………………. Rp. 4.425.000,-
Jumlah Saldo Awal ditambah laba tahun berjalan Rp. 21.800.000,-

Penarikan, Gunawan selama tahun 20A adalah sebesarRp. 1.200.000,-
Modal, Gunawan Saldo Akhir …………………………………….Rp. 20.600.000,-

Ilustrasi 2: (dalam ribuan rupiah )

Tambahan modal disetor, saham biasa Rp. 9.000.000,-
Utang Dagang Rp. 1.100.000,-

Total Biaya Rp. 7.800.000,-
Saham Preferen, nilai nominal Rp. 1.750.000,-
Saham Biasa, nilai nominal Rp. 400.000,-
Penjualan Rp. 10.000.000,-
Saham Treasuri Rp. 250.000,-
Dividen Rp. 700.000,-
laba ditahan, awal Rp. 1.000.000,-
Tambahan modal disetor, saham prefren Rp. 50.000,-

Instruksi dan Solusi :

a. Berapakah besarnya Modal Kontribusi

* Rp. 1.700.000 + Rp. 50.000,- + Rp. 400.000,- + Rp. 9.000.000,- =Rp. 11.200.000,-

b. Saldo Akhir Laba ditahan

* Rp. 1.000.000,-+ Rp. 10.000.000-+ -Rp. 7.800.000,- – Rp. 700.000,- = Rp. 2.500.000,-

c. Modal Pemegang Saham

* Rp. 11.200.000,- + Rp. 2.500.000,- – Rp. 250.000,- =Rp. 13.450.000,

Format laporan Rugi Laba

Nama Perusahaan
Laporan Rugi Laba Perusahaan Dagang
Untuk tahun berakhir tanggal 31 Desember 20xx

Penjualan……………………………………….Rp.xxxx

Potongan Penjualan Rp. xxx

Retur Penjualan……Rp.xxx

Jumlah pengurangan ………………………..Rp. xxx

Penjualan neto…………………..………………………………..Rp.xxxx

HPP :

Saldo Persediaan Barang dagangan, awal Rp.xxxx

Pembelian ……….……..……Rp.xxx

Penambahan :

Beban Transportasi MasukRp. xxx

Pembelian bruto….……….Rp. xxx

Pengurangan :

Retur Pembelian…..………Rp.xxx

Potongan Pembelian….… Rp.xxx

Pembelian neto…………………………….Rp.xxxx+

Barang yang tersedia untuk dijual …………Rp. xxxx

Saldo Persediaan Barang Dagangan, akhir Rp. xxxx –

Harga Pokok Penjualan ………………………………….Rp.xxxx-

LABA KOTOR…………………………………………..Rp.xxxx

Beban Usaha :

Beban Pemasaran & Penjualan :

Gaji bagian Pemasaran….…..…..Rp.xxx

Depresiasi Gedung (pemasaran)Rp.xxx

Beban Transportasi Keluar…..….Rp.xxx

Beban pemasaran lain-lain…..….Rp.xxx

Jumlah Beban Pemasaran & Penjualan Rp.xxxx

Beban Administrasi :

Gaji bagian Administrasi……….…Rp. xxx

Depresiasi Gedung(administrasi)Rp.xxx

Beban Administrasi lain-lain……..Rp.xxx

Jumlah Beban Administrasi………Rp.xxx

Jumlah Beban Usaha……………………………..……………Rp.xxxx

LABA BERSIH …………………………………………….…….. Rp.xxxx

Format laporan Rugi Laba

Income Statement Format

Nama Perusahaan

Laporan Rugi Laba Perusahaan Dagang
Untuk tahun berakhir tanggal 31 Desember 20xx

Penjualan……………………………………….Rp.xxxx

Potongan Penjualan Rp. xxx

Retur Penjualan……Rp.xxx

Jumlah pengurangan ………………………..Rp. xxx

Penjualan neto…………………..………………………………..Rp.xxxx

HPP :

Saldo Persediaan Barang dagangan, awal Rp.xxxx

Pembelian ……….……..……Rp.xxx

Penambahan :

Beban Transportasi MasukRp. xxx

Pembelian bruto….……….Rp. xxx

Pengurangan :

Retur Pembelian…..………Rp.xxx

Potongan Pembelian….… Rp.xxx

Pembelian neto…………………………….Rp.xxxx+

Barang yang tersedia untuk dijual …………Rp. xxxx

Saldo Persediaan Barang Dagangan, akhir Rp. xxxx –

Harga Pokok Penjualan ………………………………….Rp.xxxx-

LABA KOTOR…………………………………………..Rp.xxxx

Beban Usaha :

Beban Pemasaran & Penjualan :

Gaji bagian Pemasaran….…..…..Rp.xxx

Depresiasi Gedung (pemasaran)Rp.xxx

Beban Transportasi Keluar…..….Rp.xxx

Beban pemasaran lain-lain…..….Rp.xxx

Jumlah Beban Pemasaran & Penjualan Rp.xxxx

Beban Administrasi :

Gaji bagian Administrasi……….…Rp. xxx

Depresiasi Gedung(administrasi)Rp.xxx

Beban Administrasi lain-lain……..Rp.xxx

Jumlah Beban Administrasi………Rp.xxx

Jumlah Beban Usaha……………………………..……………Rp.xxxx

LABA BERSIH …………………………………………….…….. Rp.xxxx

Format Neraca

Nama Perusahaan………………CV.Bima Sakti
Jenis Laporan……………………….Neraca
Tahun/Bulan laporan…..Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20A

P O S – P O S

A K T I V A, semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan diurutkan dari atas ke bawah berdasarkan pada aspek likuiditasnya.

Aktiva Lancar, akun aktiva yang pemanfaatannya paling lama satu tahun.

Aktiva Lancar meliputi :

Kas, dana segar yang dimiliki perusahaan, berupa : uang tunai, deposito,tabungan dll

Surat Berharga, Efek-efek yang dibeli untuk dijual kembali, daripada uang menganggur lebih baik dibelikan saham atau surat berharga jangka pendek lainnya, dengan mendapatkan capital gain/loss.

Piutang Wesel/wesel tagih, Piutang perusahaan kepada pihak lain yang memiliki kepastian mengenai tanggal pelunasannya.

Piutang dagang/usaha, Piutang perusahaan kepada pihak lain yang diperoleh dari kegiatan penjualan.

Persediaan/Inventori, Persediaan barang yang masih ada pada saat tutup buku

Perlengkapan, Aktiva pendukung kegiatan perusahaan yang umur manfaatnya kurang dari satu tahun, misalnya : kertas, alat tulis, sparepart, komponen, dsb.

Beban yang dibayar dimuka, Biaya yang sudah dibayarkan dimuka tetapi belum menjadi beban. Pada akhir periode akuntansi akan dihitung kembali berapakah biaya tersebut yang sudah menjadi beban dengan membuat JURNAL PENYESUAIAN.

Aktiva Tidak Lancar, Aktiva yang dimiliki perusahaan yang pemanfaatannya melebihi satu tahun akuntansi.

Investasi, pembelian surat berharga untuk jangka panjang, dengan harapan mendapatkan imbalan berupa deviden.

Tanah, Satu-satunya aktiva tetap yang tidak dilakukan depresiasi atau penyusutan.

Gedung, bangunan kantor yang dimiliki oleh perusahaan, nilai perolehan gedung disusutkan selama umur manfaat.

Pabrik & Peralatan, semua alat-alat yang dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan produksi..

JUMLAH AKTIVA

PASSIVA, sisi passiva meliputi Utang dan Modal

Utang, semua utang, baik jangka pendek maupun jangka panjang
Utang Lancar : Utang yang jangka waktu jatuh temponya kurang dari satu tahun.
Utang dagang/usaha, utang yang timbul karena adanya pembelian secara kredit
Utang gaji, gaji yang masih harus dibayar.
Utang wesel, uang wesel yang masih harus dilunasi
Utang Jangka Panjang, Utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Utang Obligasi, utang obligasi yang jatuh temponya lebih dari satu tahun
Utang Hipotik, utang hipotik yang jatuh temponya lebih dari satu tahun

Modal Sendiri, seluruh kepemilikan modal
Modal, Bapak Hanung, modal yang dimiliki oleh pemilik usaha, yaitu Bapak Hanung.

JUMLAH PASSIVA

Inventori Periodikal, Metode LIFO

Metode LIFO menghitung Harga Pokok Penjualan dan Persediaan Akhir dari hasil melakukan stock opname pada akhir suatu periode akuntansi. Harga Pokok Penjualan dihitung dengan menggunakan harga barang yang masuk terakhir ke gudang dan di keluarkan dahulu. Dengan demikian barang yang masih ada yang belum terjual adalah barang dari persediaan awalnya.

 Sedangkan sistem pencatatan periodikal adalah sistem pencatatan dimana persediaan dihitung secara periodik dengan melakukan stock opname.

Dalam pelaksanaan pencatatan INVENTORI PERIODIKAL LIFO pada saat pembelian barang, jurnalnya tidak menggunakan akun Persediaan melainkan digunakan akun Pembelian. Pada saat penjualan jurnalnya debet kas atau piutang dagang dan kredit penjualan, sedangkan Harga Pokok Penjualan belum dapat diketahui karena baru ketahuan pada akhir periodic setelah melakukan stock opname.

 Akun Persediaan yang terdapat dalam Neraca sepanjang tahun tetap tidak berubah dan akan berubah setelah melakukan stock opname.

Ilustrasi :

Berikut data persediaan, pembelian dan penjualan pada CV Enggano selama tahun 2007 :

01/01 Saldo barang dagangan,100 unit @ Rp. 1.000,- = Rp. 100.000,-

16/01 Dibeli barang dagangan, 550 unit @ Rp. 1.100,- =Rp. 605.000,-

12/02 Dijual barang dagangan, 300 unit @ Rp. 3.000,- = Rp. 900.000,-

14/04 Dibeli barang dagangan, 400 unit @ Rp. 1.175,- = Rp 470.000,-

20/06 Dijual barang dagangan, 600 unit @ Rp. 3.500,- = Rp.2.100.000,-

02/08 Dibeli barang dagangan, 250 unit @ Rp. 1.225,- = Rp. 306.250,-

25/10 Dijual barang dagangan 325 unit @ Rp. 3.750,- = Rp 1.218.750,-

15/12 Dibeli barang dagangan 65 unit @ Rp. 1.250,- = Rp. 81.250

Harga Pokok Penjualan dan Persediaan Akhir

Dalam menghitung Harga Pokok Penjualan maka tindakan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan stock opname maka hasilnya :

Unit Persediaan akhir = unit (Saldo + Pembelian) – unit Penjualan

Unit Persediaan akhir = ( 100 + 550 + 400 + 250 + 65 ) – 300 – 600 – 325 = 140 unit

Nilai Harga Pokok Penjualan =

( 65 unit x Rp. 1.250 + 250 unit x Rp. 1.225 + 10 x Rp. 1.175 ) + ( 390 unit x Rp. 1.175 + 210 unit x Rp. 1.100 ) + ( 300 unit x Rp. 1.100 ) = Rp. 81.250 + Rp.306..250 + Rp. 11.750 + Rp. 458.250,- + Rp.231.000,- + Rp. 330.000,- = Rp. 1.418.500,-

Persediaan Akhir = 40 unit x Rp. 1.100,- + 100 unit x Rp. 1.000,- = Rp. 44.000 + Rp. 100.000,- = Rp. 144.000,-

Laba Kotor = ( Rp. 900.000 + Rp. 2.100.000,- + Rp. 1.218.750,-) – Rp. 1.418.500,-= Rp. 2.800.250,-

PETA REKONSILIASI BANK

Saldo kas menurut laporan bank pada akhir bulan=xxx

Tambah :

Setoran dalam perjalanan==============xxx
(ada setoran kas yang dilakukan perusahaan tetapi bank
belum mencatat dalam laporan bank)

Kesalahan bank terjadi bila bank membayar cek lebih
besar dari yang seharusnya=============xxx+
Jumlah penambahan======================xxx +
Jumlah================================xxx

Kurang :
Cek yang beredar====================xxx

Cek yang kita buat yang berada ditangan penjual
Kesalahan bank terjadi bila bank membayar cek lebih
kecil dari yang seharusnya==============xxx+
Jumlah pengurangan======================xxx-

Saldo kas yang sudah disesuaikan=================xxxx

Saldo kas menurut catatan perusahaan pada akhir bulan…………………….xxx
Tambah :
Setoran dari hasil penagihan piutang dagang atau wesel………………………………………………………………..xxx
Bank sukses menagih piutang dagang atau piutang wesel
kita dan oleh bank langsung ditambahkan rekening kita,
tentu bank meminta imbalan.
Kesalahan perusahaan terjadi bila perusahaan catat cek
lebih besar sari yang seharusnya………………………………………………………..xxx

Jumlah saldo kas ditambah dengan penambahan………………………………………………………………………….xxxx

Kurang :
Cek kosong………………………………………………………….xxx
Cek yang dananya tidak cukup, sudah terlanjur ditambahkan
sebagai kas, namun dikembalikan.
Biaya administrasi bank………………………………………………………………….xxx
Kesalahan perusahaan terjadi bila perusahaan catat cek
lebih kecil dari yang seharusnya………………………………………………………..xxx

Jumlah pengurangan………………………………………………………………………..xxx
Saldo kas setelah disesuaikan……………………………………………………xxxx

JURNAL :
Tergantung transaksi yang terjadi, antara lain :
D: Kas…………………………..xxx
C: Piutang dagang…………………xxx
C: Penghasilan bunga……………..xxx
C: Utang dagang……………………xxx

D: Biaya administrasi bank…xxx
D: Piutang dagang…………..xxx
D: Utang dagang……………..xxx
C: Kas…………………………………xxx

KATA-KATA PENTING :
Penting juga diketahui bila rekonsiliasi bank ini dalam bahasa inggris :
Kas = Cash
Piutang dagang = Account Receivable (A/R)
Piutang wesel = Note Receivable ( N/R)
Utang dagang = Account Payable ( A/P )
Utang wesel = Note Payable ( N/P)
Biaya administrasi bank = Bank Service Charge
Penghasilan Bunga = Interest Revenue
Kesalahan Bank = Bank Error
Kesalahan Perusahaan = Depositor Error
Cek yang beredar = Outstanding Check
Setoran dalam perjalanan = Deposit in Transit
Cek Kosong = Not Sufficient Fund
Sado kas yang disesuaikan = Adjusted Cash Balance

Ilustrasi 1 :
Saldo menurut catatan Cincai,Co per 31 Desember 20A sebesar Rp. 31.500.000,- . Jumlah tersebut tidak sama dengan saldo menurut laporan bank. Adapun penyebabnya adalah :
• Adanya cek yang beredar Rp. 1.000.000,-
• Adanya setoran dalam perjalanan Rp. 1.500.000,-
• Biaya bank dan jasa giro belum tampak dalam catatan Cincai, Co jumlahnya masing-masing adalah biaya bank Rp. 150.000,- dan jasa giro bank Rp. 200.000,-
• Cek kepada langganan keliru dicatat oleh Cincai, Co. Jumlah yang benar Rp.1.800.000,- Jumlah yang salah Rp. 1.200.000,-
• Setoran Sancai, Co sebesar Rp. 800.000,- oleh bank keliru dicatat sebagai setoran Cincai, Co.
Instruksi:
1. Hitunglah saldo menurut laporan bank per 31 Desember 20A
2. Buatlah Rekonsiliasi Bank untuk menghitung Saldo yang benar pada tanggal 31 Desember 20A.
3. Buat Jurnal Koreksi

Solusi:
a. Menghitung Saldo Laporan Bank

Saldo menurut Cincai,Co per Desember 20A Rp.31.500.000
ditambah:
Cek beredar……………………Rp.1.000.000
Jasa giro bank…………………..Rp. 200.000
Setoran………………………..Rp. 800.000 Rp. 2.000.000
Jumlah…………………………………………..Rp.33.500.000

dikurangi:
Setoran dalam perjalanan…….Rp.1.500.000
Biaya bank……………………..Rp. 150.000
Cek kepada langganan………….Rp. 600.000Rp. 2.250.000
Saldo menurut laporan bank per 31 Desember 20A Rp. 31.250.000

b. Menyusun rekonsiliasi bank

Saldo sebelum rekonsiliasi..Rp.31.500.000 Rp.31.250.000
ditambah:
Setoran dalam perjalanan ………………..Rp. 1.500.000
Jasa giro bank ……………Rp. 200.000
Jumlah………………………Rp.31.700.000 Rp.32.750.000

dikurangi:
Cek beredar…………………………………Rp. 1.000.000
Biaya bank ………………….Rp. 150.000
Cek dicatat terlalu kecil……Rp. 600.000
Setoran ………………………………………Rp. 800.000
Saldo yang benar……………Rp.30.950.000.Rp.30.950.000

c. Jurnal Koreksi

D: Utang usaha Rp. 600.000
D: Biaya bank Rp. 150.000
K: Pendapatan Jasa Giro Rp. 200.000
K: Kas Rp. 450.000

Rekonsiliasi Fiskal

Data Laporan Rugi Laba PT.Empat Sekawan untuk tahun 2008 adalah :

01. Penjualan Rp. 3.000.000.000

02. Diskon Penjualan Rp. 100.000.000

03. Retur Penjualan Rp. 45.000.000

04. Pembelian Rp. 2.000.000.000

05. Biaya Angkut Masuk Rp. 23.000.000

06. Diskon Pembelian Rp. 70.000.000

07. Retur Pembelian Rp. 55.000.000

08. Beban Gaji dan Tunjangan Rp. 190.000.000

09. Uang Lembur Rp. 10.000.000

10. Uang Penggantian Pengobatan Rp. 17.000.000

11. Baju Seragam Rp. 12.900.000

12. Beban Umum & Administrasi Rp. 32.500.000

13. Beban Penjualan Rp. 16.400.000

14. Beban Kendaraan Rp. 12.800.000

15. Cadangan Piutang Tak Tertagih Rp. 21.600.000

16. Penyusutan Gedung Kantor Rp.30.000.000

17. Penyusutan Peralatan Rp.8.000.000

18. Penyusutan Kendaraan Rp.30.000.000

19. Penyusutan Inventaris R.10.000.000

20. Bea Meterai Rp. 1.800.000

21. Pajak Reklame Rp.11.600.000

22. Beban Bunga Rp. 8.300.000, sudah sesuai dengan fiskal

23. Beban Promosi Rp. 27.500.000

24. Upah Borongan Rp. 5.400.000

25. Penghasilan Bunga Deposito Rp. 14.000.000 bruto, tariff 20% Final

26. Penghasilan Deviden Rp. 17.000.000,neto, tariff 15% Tidak Final (penyertaan saham 20%)

Informasi Tambahan :

1. Persediaan awal sebesar Rp. 167.000.000, komersial sesuai dengan fiscal
2. Persediaan akhir barang dagangan (komersial) sebesar Rp. 152.000.000 termasuk didalamnya barang rusak sebesar Rp. 8.500.0003. Beban Gaji dan Tunjangan, termasuk didalamnya pemberian sembako kepada karyawan seharga Rp. 12.500.000

4. Baju seragam terdiri dari seragam pegawai kantor Rp. 8.000.000 sisanya seragam satpam.

5. Beban Penjualan meliputi beban penjualan dalam rangka survey pasar sebesar Rp. Rp. 13.000.000, sedangkan sisanya adalah biaya pembuatan kartu undangan pernikahan kepala bagian.
6. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat dibayar adalah sebesar Rp. 15.000.000
7. Gedung Kantor diperoleh seharga Rp.900.000.000 umur 30 tahun sedangkan fiskal kelompok bangunan permanent.
8. Peralatan dibeli tanggal 1 Mei 2007 seharga Rp. 65.000.000 dengan nilai sisa sebesar Rp. 5.000.000 umur ekonomis 5 tahun dengan menggunakan metode garis lurus. Fiskal menggunakan saldo menurun, kel. 2
9. Kendaraan dan Inventaris masing-masing dibeli dengan harga Rp. 120.000.000 dan Rp. 40.000.000 pada tanggal 1 Januari 2007. Keduanya sama-sama menggunakan metode saldo menurun dengan umur ekonomis yang sama pula, yaitu 8 tahun. Sedangkan untuk kepentingan fiskal dilaporkan dengan menggunakan garis lurus dengan ketentuan kendaraan, aktiva kel.2 dan inventaris aktiva, kel.1.
10. Pada tanggal 22 Januari 2008 diterima STP PPh pasal 25 untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember sebesar Rp. 24.000.000 dengan sanksi admimintrasi sebesar Rp. 960.000. PPh pasal 25 bulan Januari s/d September 2007 sudah dibayar lunas.
11. PPh pasal 22 dan PPh pasal 23 masing-masing sebesar Rp. 5.000.000 dan Rp. 3.000.000.

Diminta :

1. Buatlah Rekonsiliasi Fiskal untuk PT Empat Sekawan tahun 2008

2. Hitunglah PPh Kurang/Lebih Bayar ( PPh pasal 29 )

3. Hitunglah PPh Pasal 25/bulan untuk tahun 2009

4. Sebutkan tanggal paling lambat untuk Penyetoran Pajak dan Pelaporan Pajak untuk PPh Badan Tahun 2008

Kunci jawaban download